Batanghari | DetektifBrantas.com – Proyek preservasi Jembatan Tembesi di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, yang menelan anggaran negara senilai Rp8.593.476.000 dari APBN Tahun 2025, kini menuai sorotan publik. Pasalnya, kondisi jembatan yang menjadi bagian vital jalur lintas Sumatera tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah hanya dalam kurun waktu sekitar dua bulan setelah pekerjaan dinyatakan selesai.
Kerusakan tampak pada bagian perlintasan jembatan yang mengalami kehancuran signifikan, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas, khususnya kendaraan logistik antarprovinsi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada distribusi barang, tetapi juga menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan para pengguna jalan.
Proyek yang berada di bawah pengelolaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi tersebut diduga mengalami masalah kualitas konstruksi. Dugaan sementara mengarah pada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau lemahnya pengawasan pelaksanaan, terlebih di tengah tingginya volume kendaraan berat yang melintas di kawasan tersebut.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan preservasi Jembatan Tembesi dilaksanakan oleh kontraktor CV. Cakra Batanghari dengan Nomor Kontrak HK.02.01/Bb4.5/PPK-1.5/505/2025, dengan masa pelaksanaan selama 210 hari kalender (7 bulan) dan sumber pendanaan dari APBN Tahun Anggaran 2025
Namun hingga berita ini diturunkan, pihak BPJN Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kerusakan, evaluasi teknis yang dilakukan, maupun langkah perbaikan darurat yang akan diambil untuk memulihkan fungsi jembatan tersebut.
Masyarakat dan pengguna jalan berharap pemerintah segera melakukan audit teknis dan keuangan secara transparan atas proyek bernilai miliaran rupiah ini, agar anggaran negara tidak terkesan terbuang sia-sia serta kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (Red)
















