BATANG HARI |Detektif Brantas.com — Program 100 hari Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang menitikberatkan pada pemberantasan narkoba, judi daring, dan penipuan digital menjadi perhatian publik. Di tengah upaya pemberantasan narkotika, masyarakat melaporkan dugaan aktivitas transaksi narkoba di Desa Rantau Kapas Mudo,rt.01,Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.

Senin -(19/10/2026).

Informasi yang disampaikan warga menyebutkan, dugaan aktivitas tersebut terjadi di wilayah RT 07 Desa Rantau Kapas Mudo dan diduga menjangkau dua desa di sekitarnya.

Menurut keterangan warga, sejumlah remaja yang disebut berinisial AG dan Ha atau ucok diduga berperan mencari pembeli serta mengumpulkan uang pesanan sebelum mengambil barang dari pihak yang diduga sebagai pemasok.

Dan dari informasi warga sekitar di duga rumah inisial Ha atau ucok di rt 07 desa Rantau kapas mudo menjadi beskem kumpulan .

Informasi ini perlu ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum untuk memastikan apakah benar terdapat aktivitas peredaran narkotika sebagaimana yang dikeluhkan masyarakat.

Nama yang Diduga Terkait Pemasok Turut Disebut

Selain dugaan aktivitas yang melibatkan sejumlah remaja, warga juga menyampaikan informasi mengenai seseorang berinisial (A) yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba di Desa Terusan.Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari.Jambi.

Berdasarkan keterangan warga, orang tersebut disebut-sebut kerap berada di sekitar kawasan turap Desa Terusan.

Namun, informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak-pihak tersebut belum terkonfirmasi secara resmi. Diperlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya serta mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Redaksi menegaskan bahwa penyebutan inisial dalam pemberitaan ini merupakan bagian dari informasi awal masyarakat, bukan pernyataan bahwa pihak-pihak tersebut telah terbukti melakukan tindak pidana.

Warga Minta Polres Batang Hari Turun Tangan

Masyarakat berharap Polda Jambi, Polres Batang Hari, khususnya Satresnarkoba, segera menindaklanjuti laporan tersebut melalui penyelidikan yang profesional dan sesuai ketentuan hukum.

Warga juga meminta agar pengawasan tidak hanya terfokus pada pengguna atau pelaku di lapangan, tetapi turut menelusuri pihak yang diduga memasok narkotika apabila ditemukan bukti yang mendukung.

Terlebih, dugaan keterlibatan remaja dalam aktivitas tersebut menjadi perhatian serius karena dapat mengancam masa depan generasi muda serta menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat.

Program pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan aparat penegak hukum dan partisipasi masyarakat. Setiap informasi yang disampaikan warga perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti secara terukur agar penegakan hukum berjalan tepat sasaran.

Program 100 hari Kapolri diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pemberantasan narkoba hingga ke wilayah pedesaan.

Keluhan warga Rantau Kapas Mudo dan sekitarnya menjadi informasi yang patut diperiksa oleh aparat berwenang. Apabila dugaan tersebut terbukti, masyarakat berharap penindakan dilakukan secara tegas, termasuk terhadap pihak-pihak yang terbukti memasok dan mengedarkan narkotika.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari Polres Batang Hari mengenai laporan masyarakat tersebut. Konfirmasi kepada pihak kepolisian diperlukan untuk memastikan langkah penanganan yang akan dilakukan.

DetektifBrantas.com akan mengedepankan asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.

Sumber terkait program Kapolri: [Pusiknas Bareskrim Polri — Janji 100 Hari Kapolri Baru]

Reporter: admin