JAMBI | DETEKTIF BRANTAS.COM — Pergantian tongkat komando Kapolda Jambi dari Irjen Pol Krisno H. Siregar kepada Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H., sebagaimana disebut dalam Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026, menjadi momentum penting bagi institusi Polri di Provinsi Jambi.

Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Provinsi Jambi, Dody Candra, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolda Jambi yang baru. Namun, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak cukup hanya disuguhi seremoni penyambutan dan rangkaian kegiatan protokoler. Hal terpenting adalah pembuktian melalui kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“FRIC Jambi mengucapkan selamat datang kepada Irjen Pol Drs. Widodo di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Namun, yang kami tunggu bukan sekadar seremoni, pedang pora, atau karangan bunga. Kami menunggu kerja nyata untuk mewujudkan tagline Polisi Bersama Masyarakat. Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegas Dody Candra, Selasa (13/10/2026).

TAGLINE JANGAN SEKADAR JADI PEMANIS SPANDUK

Menurut Dody, semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui pelayanan kepolisian yang responsif, transparan, profesional, dan berkeadilan.

Ia mengingatkan agar tagline tersebut tidak berhenti sebagai slogan di spanduk maupun baliho, tetapi menjadi pedoman nyata dalam pelaksanaan tugas kepolisian, mulai dari tingkat Polda hingga Polsek.

“Jangan sampai tagline hanya menjadi pemanis spanduk di Mapolda. Masyarakat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar kata-kata. Pelayanan SPKT harus cepat dan bebas pungli, laporan masyarakat harus ditindaklanjuti secara profesional, dan penegakan hukum harus berjalan adil tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Dody menegaskan, FRIC Jambi siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis Polri dalam mengawal pelaksanaan tugas dan kebijakan Kapolda Jambi yang baru.

SEJUMLAH PEKERJAAN RUMAH KAPOLDA JAMBI

Dody Candra menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius Kapolda Jambi dalam upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

1. Berantas BBM Ilegal dan Penyalahgunaan BBM Subsidi

FRIC Jambi mendorong penindakan tegas terhadap dugaan penimbunan BBM ilegal, praktik pelangsiran, serta penyalahgunaan BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat dan berpotensi menimbulkan kerugian negara.

2. Tindak Tegas PETI dan Ilegal Drilling

Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) dan pengeboran minyak ilegal atau illegal drilling harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Penanganannya perlu dilakukan secara konsisten dengan memperhatikan kerusakan lingkungan, keselamatan masyarakat, serta potensi kerugian negara.

3. Perangi Peredaran Narkoba hingga ke Jaringan Bandar

FRIC meminta aparat kepolisian memperkuat pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Jambi. Penindakan diharapkan tidak hanya menyasar pengguna atau pelaku di tingkat bawah, tetapi juga mengungkap jaringan pemasok, pengedar, dan bandar berdasarkan bukti serta hasil penyelidikan.

4. Benahi Pelayanan Publik dan Berantas Pungli

Pelayanan di Samsat, penerbitan SIM, SKCK, dan layanan kepolisian lainnya harus terus dibenahi agar masyarakat memperoleh pelayanan yang transparan, mudah, dan sesuai ketentuan. Praktik percaloan dan pungutan liar, apabila ditemukan, harus ditindak sesuai aturan yang berlaku.

5. Tindak Oknum yang Mencederai Marwah Polri

FRIC Jambi mendorong penegakan disiplin dan hukum secara tegas terhadap anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga integritas institusi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

FRIC SIAP JADI MITRA KRITIS, BUKAN MITRA PENJILAT

Dody Candra menyatakan bahwa dukungan FRIC kepada Kapolda Jambi yang baru bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan maupun dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Menurutnya, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab merupakan bagian dari kontrol sosial untuk mendorong institusi Polri semakin profesional dan dipercaya masyarakat.

“Jenderal Widodo kini mengemban amanah di Jambi. Kami berharap beliau mampu menghadirkan kepemimpinan yang tegas, terbuka terhadap kritik, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. FRIC Jambi siap mendukung program-program yang baik, tetapi kami juga tidak akan diam apabila menemukan persoalan yang perlu dikritisi,” tegasnya.

Ia melanjutkan, loyalitas terhadap Polri tidak boleh dimaknai sebagai sikap membenarkan semua tindakan tanpa evaluasi.

“Kalau kinerjanya baik, tentu kami apresiasi. Kalau ada kebijakan atau tindakan yang menyimpang, kami akan menyampaikan kritik berdasarkan fakta dan tetap mengedepankan aturan hukum. Kami bukan mitra penjilat. Bagi kami, menjaga marwah Polri berarti ikut mendorong perbaikan dan berani menyuarakan kebenaran,” tambah Dody.

100 HARI PERTAMA JADI MOMENTUM PEMBUKTIAN

Sebagai bentuk komitmen terhadap fungsi kontrol sosial, FRIC Jambi menyatakan akan melakukan pemantauan terhadap kinerja Kapolda Jambi pada 100 hari pertama masa kepemimpinannya.

Pemantauan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari dorongan publik agar berbagai persoalan keamanan, penegakan hukum, pemberantasan penyakit masyarakat, serta kualitas pelayanan kepolisian memperoleh perhatian serius.

FRIC juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menyampaikan informasi maupun pengaduan terkait dugaan pelanggaran hukum melalui saluran resmi yang tersedia, disertai bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan Kapolda Jambi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan seremonial atau pernyataan pejabat, tetapi juga dari kualitas pelayanan, konsistensi penegakan hukum, keberanian menindak pelanggaran, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat.

FRIC Jambi menegaskan komitmennya untuk tetap independen, kritis, dan mendukung upaya menjaga marwah Polri.

FRIC — LOYALITAS TANPA BATAS!

Kalau baik, kami puji. Kalau salah, kami kritik. Semua demi penegakan hukum yang berkeadilan dan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.

(RED)

Reporter: admin