Batanghari / DetektifBrantas.com — Praktik pungutan liar (pungli) yang mengatasnamakan organisasi masyarakat (Ormas) kembali menjadi keluhan para sopir truk batubara yang melintas di wilayah Kabupaten Batanghari hingga Kabupaten Muaro Jambi. Fenomena tersebut semakin marak dan menjadi perbincangan masyarakat, terutama di jalur lintas Muara Tembesi – Jambi. Rabu- (3/12/25).

Dari pantauan di lapangan, beberapa oknum terlihat mengenakan atribut Ormas Pemuda Pancasila dengan jarak pos yang berdekatan, mulai dari Desa Jebak hingga Simpang Tiga Km 5 Kecamatan Muara Tembesi. Kondisi ini membuat pengendara, khususnya sopir truk batubara, terpaksa memperlambat laju kendaraan saat melintas di titik-titik tersebut.

Beberapa sopir truk batubara yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat terbebani dengan banyaknya pungutan liar di sepanjang jalur tambang hingga ke pelabuhan.

“Sekarang kami susah, Pak. Uang jalan pas-pasan. Di perjalanan banyak sekali iuran yang harus kami bayar. Dari mulut tambang sampai pelabuhan. Terpaksa kami kasih karena takut terjadi apa-apa nantinya,” ujar salah satu sopir.

Sopir lainnya berharap pihak berwajib segera turun tangan.

“Kami berharap ada tindakan nyata dari polisi untuk menindak pungli ini, apalagi di wilayah jalan Amplu Tuo. Selain jalannya rusak, di sanalah tempat paling sering orang meminta pungutan liar,” tegasnya.

MPC Pemuda Pancasila Batanghari Tegaskan Tidak Pernah Mengizinkan Pungli

Untuk memastikan kebenaran informasi, awak media melakukan konfirmasi kepada salah satu pengurus MPC Pemuda Pancasila Batanghari, Prisal Herpani, S.H. Ia menegaskan bahwa organisasi tidak pernah memberikan izin kepada siapa pun untuk melakukan pungutan terhadap armada batubara.

“Pengurus MPC Pemuda Pancasila Batang Hari tidak pernah memberi izin jika ada yang memungut uang batu bara mengatasnamakan anggota PP. Perbuatan itu sudah kami bahas dan ingatkan sejak lama,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa persoalan itu pernah dirapatkan sekitar bulan Juni, termasuk pemanggilan beberapa pihak dari PAC Tembesi dan Batin yang diduga mengatasnamakan Ketua MPC.

“Ada yang bilang uang disetor ke bendahara MPC, itu tidak benar. Semua itu ulah oknum yang mencari keuntungan dengan menjual nama organisasi,” tegasnya.

MPC PP Batanghari menegaskan bahwa mereka sepenuhnya mendukung penegakan hukum oleh aparat kepolisian jika masih ditemukan oknum yang melakukan pungli sambil mengatasnamakan Pemuda Pancasila.

“Kalau polisi mau menangkap oknum yang memakai atribut PP atau menjual nama organisasi untuk memungut uang, silakan. MPC PP tidak melarang. Kami sudah bahas ini dengan pengurus MPW PP Jambi hingga saat Mubes di Jakarta,” ujar Prisal.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa Ketua MPC Pemuda Pancasila Batanghari tidak pernah memberi izin, memerintahkan, ataupun membenarkan adanya pungutan liar di jalan.

“Jangan sampai masyarakat mengira pungli itu atas izin Ketua MPC PP. Itu murni perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab dan mencoreng nama besar Pemuda Pancasila,” tegasnya. (Red)

Reporter: admin