Muara Tembesi,Batanghari,detektif Brantas.com – Kejadian perampasan dan perusakan sepeda motor kembali meresahkan warga Desa Pematang Lima Suku, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi. Segerombolan pemuda, diduga berasal dari Desa Rantau Kapas Tuo, Kecamatan Muara Tembesi, menjadi terduga pelaku. Peristiwa ini bermula dari perkelahian antar pemuda pada Senin, 31 Maret 2025, sekitar pukul 00.30 WIB.

Setelah perkelahian tersebut, salah satu pemuda yang merasa tidak puas mengajak rekan-rekannya untuk melakukan aksi balas dendam. Mereka melempari rumah pemuda yang sebelumnya terlibat perkelahian, namun tidak menemukan target. Selanjutnya, gerombolan ini menyerang sekelompok pemuda yang sedang berkumpul di depan halaman sekolah, menyebabkan mereka melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor mereka. Dua unit sepeda motor kemudian dirampas oleh gerombolan tersebut. Identitas korban perampasan masih dalam penyelidikan, namun kerusakan pada sepeda motor yang dirampas menunjukkan adanya tindakan kekerasan.

Warga berhasil menemukan dan mengamankan dua sepeda motor yang ditinggalkan para pelaku. Namun, salah satu sepeda motor milik warga yang dirampas ditemukan dalam kondisi rusak. Orang tua dari para terduga pelaku kemudian mengambil sepeda motor anak mereka dan mengembalikan sepeda motor yang telah dirampas.

Kejadian ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga berharap pihak kepolisian, mulai dari Polsek Muara Tembesi, Polres Batanghari, hingga Polda Jambi, dapat segera menindak tegas para pelaku dan mengusut tuntas kasus ini. Mediasi telah dilakukan di Kantor Desa Pematang Lima Suku pada Rabu, 2 April 2025, namun permasalahan perampasan dan perusakan motor tidak dibahas. Kepala Desa Pematang Lima Suku belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.

Ketua Satgas Fast Respon Nusantara Counter Polri Kabupaten Batanghari, menyayangkan kejadian ini, terutama karena bertepatan dengan malam Lebaran Idul Fitri. Ia berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut. Supaya Kedepannya tidak ada lagi Kejadian Seperti di wilayah Hukum Polres Batanghari. (Tim investigasi FRN)

Reporter: admin