JAKARTA/Detektif Brantas.com — Sebuah pertemuan yang melibatkan Staf Khusus Presiden dan Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman, menjadi perhatian. Pertemuan tersebut disebut membahas sejumlah hal terkait peran FRIC sebagai wadah media dan jurnalis serta komitmennya dalam mendukung program pemerintah dan menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Ketua Umum FRIC H. Dian Surahman saat dikonfirmasi terkait agenda pertemuan tersebut memilih belum membeberkan secara rinci pembahasan yang berlangsung.
“Nanti kita bahas setelah pertemuan,” ujar H. Dian singkat, Kamis (24/9/2026).
Menurut Dian, dalam pertemuan sebelumnya turut dibahas mengenai peran strategis FRIC sebagai wadah media dan jurnalis yang selama ini menyatakan komitmen mendukung program Presiden Republik Indonesia serta program Polri menuju institusi yang PRESISI.
Ia menyebut FRIC memiliki jaringan kepengurusan di berbagai daerah dan berupaya mengambil peran dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, termasuk dalam menangkal informasi bohong atau hoaks yang dinilai dapat mengganggu persatuan dan ketertiban masyarakat.
“FRIC lahir karena cinta kepada Nusantara dan Polri. Kami siap totalitas mengawal kebijakan Presiden, menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif, serta menjadi Satgas Counter Opini untuk menangkal hoaks yang merusak persatuan,” ujar Dian.
Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan adanya komunikasi antara FRIC dengan pihak di lingkungan kepresidenan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai bentuk kerja sama, penugasan, maupun keputusan tertentu yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Secara kelembagaan, keberadaan Staf Khusus Presiden memang berkaitan dengan pemberian dukungan kepada Presiden sesuai bidang penugasannya. Pemerintah juga secara resmi mencatat keberadaan Staf Khusus Presiden dalam struktur pendukung Presiden.
Dian menegaskan, FRIC akan terus menjalankan peran organisasi sesuai komitmen yang selama ini disampaikan, terutama dalam mendorong penyebaran informasi yang bertanggung jawab, menjaga Kamtibmas, serta menangkal penyebaran hoaks.
“Loyalitas FRIC tanpa batas,” tegas H. Dian.
(Red)















